Home > Berita > Peningkatan Kapasitas Kelompok Industri Kecil Menengah dan Kelompok Tani Hutan Rakyat Dalam Pengaplikasian Sistem Chain Of Custody

Bekerja sama dengan Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI), dengan pendanaan dari Europian Union (EU), Lembaga Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam (ARuPA) mengadakan workshop persiapan menuju Chain Of Custody (CoC) pada Industri Kecil Menengah (IKM) di hotel Cakra Kusuma, Sleman, Yogyakarta.

Workshop yang diadakan selama dari Senin, 21 Maret 2016 hingga Selasa, 22 Maret 2016 tersebut bertujuan untuk untuk meningkatkan kapasitas IKM dalam mengaplikasikan sistem CoC di Industri mereka masing-masing. Selain itu, tujuan lainnya adalah meningkatkan kapasitas di kelompok tani bersertifikasi dalam hal penerapan sistem penatausahaan hasil hutan yang baik.

Dalam sambutannya, Sugeng Triyanto, manajer CBFM Lembaga ARuPA menerangkan bahwa workshop ini merupakan pertemuan lanjutan yang diadakan di Jayakarta beberapa saat lalu. Namun kali ini, hanya mengundang 3 IKM dan 3 kelompok hutan rakyat yang telah dipersiapkan mengikuti sertifikasi CoC.

Ke 3 kelompok IKM yang dimaksudkan sendiri adalah CV Enclave, CV Palm Craft, dan CV Nebula Craft. Sedangkan 3 kelompok hutan rakyat, UMHR Wono Lestari Bantul, APHR Ngudi Utomo Boyolali dan UMHR Wana Manunggal Gunung Kidul.

Selain itu, Sugeng juga menjelaskan bahwa pelibatan kelompok hutan rakyat di dalam workshop ini  sebab kelompok hutan rakyat merupakan penyedia bahan baku yang telah bersertifikasi, baik itu PHBML maupun SVLK. “Hal tersebut tentunya akan mempermudah ketika diajukan sertifikasi Chain of Custody (CoC),”terangnya.

Di dalam workshop ini sendiri menghadirkan Ir. Tibertius Agus Prayitno, M.For., PhD, guru besar Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM). Selain itu, juga menghadirkan juga Jajag Suryo dari Jawa Furni Lestari. Masing-masing menyampaikan materi mengenai pengenalan sistem CoC serta bagaimana penerapan sistem CoC dalam Industri.

Selesai pemberian materi, para peserta juga diajak untuk memahami sistem CoC di pabrik Java Furniture Lestari yang ada di Klaten pada Selasa, 22 Maret 2016. Selain itu, mereka juga diajak ke kantor Sekretariatan Sekar Wana Manunggal yang ada di Gunung Kidul. Harapannya, para peserta tersebut dapat mengetahui bagaimana proses langsung penerapan sistem CoC, baik itu di industri maupun di hutan rakyat.

Print Friendly

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*