Home > Berita > Pengelolaan KEE Pulau Masakambing Digarap Serius
Pertemuan Konsolidasi Dokumen Kelembagaan dan Pengelolaan KEE Pulau Masakambing (Foto: ARuPA)

KBRN, Sumenep: Upaya melestarikan dan meningkatkan populasi burung kakatua kecil jambul kuning di Pulau Masakambing, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur terus dilakukan.

Tindak lanjut penetapan Kasawan Ekosistem Esiensial (KEE) Pulau Masakambing, Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam (ARuPA) menggelar konsolidasi penyusunan dokumen kelembagaan dan dokumen pengelolaan bertempat di Hotel De Bagraf Sumenep bersama sejumlah pihak terkait. 

“Dalam forum ini selain instansi pemerintah kan juga melibatkan mulai dari kecamatan, masyarakat dan yang lainnya. Harapnnya nanti bersinergi untuk menemukan kemudian bisa di sinkronisasikan dan juga dapat merubah pandangan masyarakat yang sebelumnya memandang spesien itu adalah hama,” kata Ketua Badan Pengurus ARuPA, Totok Dwiantoro, Jumat (19/2/2021).

Dijelaskan, meningkatkan populasi kakatua kecil jambul kuning tidak hanya perlindungan ekologi, namun perlu menyiapkan tatanan pengelolaan Pulau Masakambing agar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

“Kakatua kecil jambul kuning ini kan memang masuk spesies yang dilindungi. Sehingga perlu pendekatan yang betul-bijak, tidak hanya fokus kepada konservasi semata tetapi juga melihat realita di lapangan bahwa masyarakat juga mempunyai ketergantungan kepada wilayah yang sama,” paparnya. 

Plt Sekretaris Disparbudpora Kabupaten Sumenep, Imam Buchori mengatakan, paket kerja pengelolaan Pulau Masakambing sebagai habitat kakatua kecil jambul kuning akan dilakukan untuk 5 tahun kedepan.

“Sasaran utama untuk melindungan kakatua ini dan sasarannya untuk mensejahterakan masyarakat di Pulau Masakambing melalui program-program di setiap instansi. Itu masuk dalam KEE,” ucap Imam Buchori. 

Setiap pihak yang terlibat memiliki peran masing-masing sesuai tupoksinya. Dicontohkan, seperti Disparbudpora ialah pembinaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Tujuannya agar ada peningkatan perekonomian masyarakat setempat sehingga berdampak kepedulian bagi populasi burung dilindungi dimaksud.

“Kita dari Dinas Pariwitasa memulai dengan pembinaan Pokdarwis, tahun kedua diusulkan membangun gazebo. Kalau Dinas Perhubungan akan membangun tambat labuh. Dinas lain juga ada. Ini untuk peningkatan ekonomi warga setempat. Jadi tidak lagi bersinggungan dengan kakatua,” pungkas Imam. 

Untuk diketahui, sesuai data Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, saat ini populasi burung kakatua kecil jambul kuning di Pulau Masakambing diambang kepunahan dan hanya tinggal 25 ekor.

Penetapan KEE ini menjadi penting untuk melestarikan dan meningkatkan populasi burung dengan nama latin kakatua sulphurea abbotti ini.

Sumber: Pengelolaan KEE Pulau Masakambing Digarap Serius – Ekonomi | RRI Sumenep |

Print Friendly

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*