Home > Berita > Pemetaan dan Verifikasi Lapangan KEE Pantai Taman Kili-Kili
Tim Pemetaan dan Verifikasi Lapangan KEE Pantai Taman Kili-kili (Kredit Foto: Dokumen Pribadi)

ARuPA bekerja sama dengan USAID – BIJAK menyelenggarakan kegiatan pemetaan dan verifikasi lapangan KEE Pantai Taman Kili-Kili pada tanggal 12 – 13 Januari 2021. Pada hari pertama dilakukan koordinasi teknis yang dimulai pukul 10.30 WIB di Joglo Pantai Taman Kili-KIli. Pertemuan dihadiri oleh 35 orang yang berasal dari instansi pemerintah antara lain Asisten 2 Bidang Perekonomian dan SDA Kabupaten Trenggalek, Staf Ahli Bupati Trenggalek, Kepala Bidang Perekenomian dan SDA Setda Trenggalek, Staff Kabid Perekenomian dan SDA, Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH), Camat Panggul, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas PKPLH, BPKH XI Yogyakarta, BKSDA Bid.Wil I Madiun, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Pokwasmas dan Pemerintah Desa Wonocoyo. Selain itu, hadir rombongan dari Perum Perhutani yang terdiri dari Asper BKPH Dongko, KRPH Panggul, Perencanaan Hutan Wilayah (PHW) Jombang dan perwakilan dari KPH Kediri. Kemudian yang juga hadir pada kegiatan itu adalah masyarakat dan Pokmaswas.

            Kegiataan ini merupakan bagian dari kegiatan pemetaaan dan verifikasi lapangan areal pengelolaan KEE yang diselenggarakan oleh ARuPA-USAID BIJAK atas kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek pada program “Memperkuat Kelembagaan Pengelola KEE untuk Mencapai Efektivitas Pengelolaan melalui Pendekatan Multipihak dan Penguatan Basis Data Keanekaragaman Hayati Tinggi di Luar Kawasan Konservasi”. Salah satu lokasi program ini adalah di KEE Pantai Taman Kili-Kili, Desa Wonocoyo, Panggul,  Kabupaten Trenggalek.

            Tujuan dari kegiatan pemetaan dan verifikasi lapangan adalah untuk melakukan verifikasi dan batas-batas pengelolaan kawasan KEE Pantai Taman Kili-Kili dan menyepakati hasil data spasial dan data koordinat batas KEE Pantai Taman Kili-Kili. Kegiatan tersebut diawali dengan melakukan koordinasi para pihak untuk menjelaskan secara detail terkait kegiatan yang akan dilakukan. Secara umum di hari pertama kegiatan pemetaan dilakukan untuk koordinasi teknis pelaksanaan pemetaan dan verifikasi di areal pengelolaan KEE bersama seluruh pihak dalam pengelolaan kawasan KEE Taman Kili- Kili supaya konsep dan metode pelaksanaan pemetaan dan verifikasi lapangan dapat dipahami oleh para pihak.

            Pada saat koordinasi tersebut ARuPA memberikan informasi mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan. Camat Panggul Agus Dwi Karyanto mengharapkan pada kegiatan untuk bisa diperoleh dan terkonfirmasinya oleh para pihak terkait batas-batas area KEE Pantai Taman Kili-Kili. Sehingga, nantinya bisa dijadikan sebagai referensi dalam penentuan zonasi. Selain itu, hasil pemetaan ini juga bisa dijadikan acuan dalam penentuan strategi pengelolaan dan pembangunan area KEE kedepan.

            Asisten II Bidang Perekonomian dan SDA Yudi Sunarko dalam sambutannya memberikan apresiasi dan berterimakasih kepada ARuPA karena telah membantu tugas Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek dalam mendorong pengelolaan KEE menjadi lebih baik. Beliau juga menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan ini karena dalam kegiatan pemetaan ini akan dapat dipahami oleh para pihak di mana batas-batas kewenangan dalam pengelolaan KEE. Pada kesempatan ini Pak Yudi Sunarko juga mengajak sahabatnya yaitu Ulang Setiadi selaku Staf Ahli Bupati Trenggalek.

            Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi oleh tim GIS ARuPA, yang telah melakukan perencanaan kegiatan pemetaan di KEE Taman Kili-Kili. Tim GIS ARuPA juga menjelaskan terkait kegiatan inventarisasi keanekaragaman hayati di KEE Taman Kili-Kili yang dilakukan dengan metode SMCA (Spatial Multi Criteria Analysis). Kegiatan ini dilakukan berbasis pada kondisi lanskap kawasan pantai sehingga data yang diambil selain di Desa Wonocoyo juga mengambil data dari Desa Besuki dan Desa Ngelebeng. Metode ini dilakukan dengan menggabungkan analisis ekologi dan sosial ekonomi dalam pengolahan datanya. Terkait dengan kegiatan inventarisasi keanekaragaman hayati tim peneliti sudah melakukan pendataan lapangan yang dimulai pada tanggal 11 Januari 2021 dan ditargetkan selesai pada tanggal 16 Januari 2021. Tim GIS ARuPA juga menjelaskan tentang mekanisme yang akan dilaksanakan yaitu akan dilakukan pemasangan tanda batas dilapangan dengan mengambil enam titik yang akan diberikan tanda batas/patok. Penentuan enam titik tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan pada posisi batas terluar/ujung area KEE pada keempat arah mata angin. Enam titik tersebut digunakan sebagai garis imajiner penghubung yang mengelilingi KEE Taman Kili-Kili.

Presentasi dari Tim GIS ARuPA (Kredit Foto: Dokumen Pribadi)

            Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi, di mana peserta dipersilakan menanyakan tentang teknis kegiatan yang akan dilakukan. Ada beberapa pertanyaan dari peserta diantaranya adalah bagaimana parameter yang digunakan untuk bisa memasukkan ke dalam kriteria “sedang”, “rendah” dan “tinggi” dalam nilai SMCA. Pertanyaan kedua berkaitan dengan indeks potensi kehati penting termasuk didalamnya adalah tanaman-tanaman bukan jenis pohon apakah juga dilakukan pendataan atau tidak.

Pertanyaan di atas kemudain dijawab oleh tim GIS, bahwa penentuan parameter ini menggunakan metode SMCA masuk ke dalam kriteria “tinggi”, “rendah” atau “sedang” adalah terkait dengan tingkat nilai konservasi suatu kawasan, sehingga bisa dikatakan sebagai kawasan bernilai penting sehingga masuk di kriteria “tinggi”, “sedang”, atau  “rendah”. Data SMCA digunakan sebagai data pendukung pendukung terkait informasi mengenai keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.

Perjalanan menuju lokasi titik koordinat pertama menempuh waktu kurang lebih 15 menit  dengan menggunakan motor/mobil yang dilanjutkan dengan jalan kaki kurang lebih 700 m menaiki bukit di barat Taman Kili-Kili. Jalan menuju puncak perbukitan yang terlihat jarang dilewati oleh orang-orang dengan banyak dahan dan batang tumbuhan melintang di tengah jalan setapak. Setelah sampai di puncak bukit para undangan disuguhkan dengan pemandangan Pantai Taman Kili-Kili dari posisi atas yang sangat menakjubkan. Di sebelah selatan, lautan luas membentang dengan dibatasi oleh pantai-pantai yang indah dan dihiasi dengan pulau-pulau kecil di tengah lautan. Sementara burung-burung liar beterbangan, mengitari pantai dan tumbuhan kelapa yang tertata rapi.

            Perjalanan menuju titik pertama telah sampai. Tim GIS menunjukkan titik koordinat yang sesuai dengan peta yang telah ada. Para peserta diminta untuk memperhatikan peta-peta yang telah diberikan sebelumnya untuk dicermati bersama-sama. Tampak beberapa petugas Perhutani sibuk dengan GPS-nya melakukan crosscheck dan marking koordinat. Sebagian undangan juga memastikan dengan melihat tanda-tanda alam disekitarnya.

Tim Lapangan ARuPA di KEE Pantai Taman Kili-kili (Kredit Foto: Dokumen Pribadi)

Seluruh undangan yang hadir semua mengikuti prosesi simbolis pemasangan patok batas KEE. Tujuannya adalah supaya semua pihak mengetahui secara langsung batas-batas area kelola KEE Pantai Taman Kili-Kili berdasarkan dengan SK Gubernur No 188/39/KPTS/2020 tentang Penetapan Kawasan Ekosistem Esensial Pantai Taman Kili-Kili. Parapihak yang hadir dari semua instansi melakukan pemasangan patok batas secara simbolis yang secara bergantian memukul patok batas menggunakan palu masing-masing tiga kali pukulan. Pemukulan patok dimulai oleh Asisten II, Camat, Perwakilan Desa, Perhutani, dan diikuti oleh semua undangan yang hadir. Hal ini menandakan bahwa batas-batas area pengelolaan KEE Pantai Taman Kili-Kili telah disepakati bersama dan dengan batas yang telah diketahui bersama. Pada akhir kegiatan dilakukan penandatanganan berita acara pelaksanaan kegiatan pemetaan dan verifikasi lapangan untuk menyepakati hasil verifikasi dan identifikasi serta terkonfirmasinya batas-batas pengelolaan KEE Pantai Taman Kili-Kili dan menyepakati hasil data spasial serta data koordinat batas KEE Pantai Taman Kili-Kili.

Pemasangan Patok Batas KEE Taman Kili-kili (Kredit Foto: Dokumen Pribadi)

            Hari kedua, dilanjutkan dengan pemancangan lima batas-batas KEE Pantai Taman Kili-Kili lainnya. Tim ARuPA bersama dengan tim GIS dan para undangan terlebih dahulu berkumpul di Pantai KEE Taman Kili-Kili pukul 10.00. Kegiatan pemasangan patok di hari kedua ini dilakukan oleh perwakilan dari Perhutani, Pokmaswas, Desa Wonocoyo, Dinas Pariwisata, dan ARuPA. Kegiatan berakhir pada pukul 16.00 WIB, setelah para peserta melewati pematang sawah dan berjalan di bibir sungai kemudian memancangkan tanda batas terakhir di seberang Sungai Kambal di bagian ujung timur Desa Wonocoyo. Tim ARuPA berterima kasih pada peserta yang telah bersedia menyaksikan dan mengkonfirmasi batas-batas pengelolaan KEE Pantai Taman Kili-Kili.  (STAL).

Print Friendly

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*