Home > Berita > Originalitas Produk Kayu CV Jaroedesign diakui Menteri: Kreativitas dan Inovasi adalah Kunci
Mendag RI Agus Suparmanto (depan-tengah) tiba di loaksi CV Jaroedesign

Tak bisa dipungkiri pandemi Covid-19 meruntuhkan tatanan ekonomi global hampir di semua bidang tak terkecuali industri perkayuan. Keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia merupakan penopang ekonomi mayoritas masyarakat Indonesia. Jumlah UMKM di Indonesia sangat fantastis yaitu mencapai 99,99% dari seluruh unit usaha yang ada di Indonesia. Jumlah tersebut sama dengan 62,9 juta unit. Sisanya adalah usaha besar yang berjumlah sekitar 5.400 unit atau sebesar 0,01%. Dari sini dapat kita ketahui bahwa lapangan kerja yang ada di Indonesia paling banyak diserap oleh UMKM yaitu sebesar 116,63 juta atau 97% dibandingkan dengan usaha besar yang hanya menyerap tenaga kerja sebesar 3,58 juta jiwa atau 3% dari total tenaga kerja nasional. UMKM berkontribusi 60% terhadap PDB dan 14% terhadap total ekspor (Kementerian Koperasi dan UKM RI, 2019). Dengan demikian, keberadaan UMKM di Indonesia sudah sepantasnya mendapatkan perhatian khusus dari berbagai pihak terutama pemerintah pusat maupun daerah. Terlebih ditengah situasi pandemi saat ini, pelaku UMKM sangat membutuhkan berbagai fasilitasi dan stimulus dari pemerintah untuk tetap beroperasi dan meningkatkan omset usahanya.

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu sentra UMKM di Indonesia. Berbagai macam jenis industri tersebar merata di daerah ini. Salah satunya adalah industri perkayuan. Mayoritas industri perkayuan khususnya furnitur dan handikraf di DIY mengalami penurunan nilai perdagangan sejak awal terjadinya pandemi. Dalam stuasi ini ARuPA berkesempatan untuk mewawancarai beberapa pelaku usaha UMKM perkayuan DIY. Mayoritas dari mereka menuturkan hal yang sama. Hal ini dikarenakan pembeli di negara tujuan ekspor memutuskan untuk membatalkan atau menunda pesanan. Situasi ini sangat menyulitkan bagi para pelaku UMKM perkayuan di DIY karena masih memiliki beban upah karyawan.

Secercah harapan pun datang. Melihat situasi ini pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mengambil inisiatif untuk melakukan percepatan pemulihan performa UMKM di DIY salah satunya UMKM bidang perkayuan. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melakukan kunjungan kerja ke DIY beberapa waktu lalu yaitu pada tanggal 16 Oktober 2020 dengan agenda utama acara pelepasan ekspor produk UMKM DIY. Salah satu agenda Menteri Perdagangan adalah mengunjungi CV Jaroedesign sebagai UMKM bidang perkayuan di DIY yang selama ini menjadi mitra ARuPA dalam program Peningkatan Perdagangan Kayu Rakyat Legal di Indonesia dengan sumber pendanaan dari FAO-EU FLEGT Programme. Pada program tersebut CV Jaroedesign mendapatkan fasilitasi pendampingan pemenuhan prinsip SVLK, peningkatan kapasitas serta pembiayaan untuk penilaian sertifikasi SVLK.

Pasca kunjungan kerja Menteri Perdagangan beserta seluruh jajaran Direktorat Jenderal di Kementerian Perdagangan, Teuku Agus Ridwan dan Mia selaku owner CV Jaroedesign mengaku bahwa kali ini sangat beruntung dikunjungi oleh rombongan Menteri. Pasalnya CV Jaroedesign merupakan salah satu destinasi UMKM utama yang dikunjungi oleh rombongan Menteri. CV Jaroedesign merupakan industri kreatif yang ada di DIY yang memproduksi furnitur dan handikraf berbahan dasar kayu bekas/bongkaran (reclaiming wood). Hanya kayu bekas/kayu bongkaran saja yang digunakan dan tanpa menggunakan kayu baru (fresh cutting). “Inilah salah satu keunggulan CV Jaroedesign yang patut dipromosikan di tingkat dunia” demikian pernyataan dari Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Produk-produk CV Jaroedesign telah diakui oleh Menteri Perdagangan sebagai produk original, inovatif dan kreatif dan bisa jadi hanya ada di CV Jaroedesign. Salah satu unggulan produknya adalah bak mandi (bath tube) yang terbuat dari kepingan-kepingan kayu lawas/bongkaran rumah.  Selain itu juga terdapat panel dinding (wall cladding), wooden wastafel set, dinning table serta berbagai macam produk lainnya.

Jenis kayu yang digunakan adalah kayu jati bekas bongkaran rumah, terutama rumah tradisional jawa (joglo). Struktur joglo memiliki beberapa komponen diantaranya dinding (gebyok), soko guru (tiang), galur, papan, kusen, usuk, hingga reng. Semua jenis komponen tersebut berhasil di racik sedemikian rupa menjadi produk-produk yang belum pernah terbayangkan sebelumnya oleh tangan-tangan terampil para pengrajin di bawah arahan sang tangan dingin owner sekaligus desainer Teuku Agus Ridwan. Bahkan salah satu Dirjen mengatakan bahwa CV Jaroedesign merupakan perusahaan yang ramah lingkungan karena memanfaatkan kayu bekas dan tanpa menebang pohon. Sehingga jika dikaitkan dengan isu legalitas kayu, tidak perlu diragukan lagi apalagi CV Jaroedesign baru saja memperoleh sertifikasi SVLK untuk produk furnitur dan handikraf.

Mendag menyatakan keunikan produk CV Jaroedesign sulit ditemukan di tempat lain dan harus terus-menerus dilakukan peningkatan kapasitas perusahaan serta promosi terutama di luar negeri melalui fasilitasi pameran. Mendag juga menyatakan akan memberikan kesempatan bagi CV Jaroedesign untuk mengikuti pameran di luar negeri. Salah satu hal yang sangat berkesan bagi Teuku Agus Ridwan dan Mia selaku tuan rumah adalah pernyataan Mendag mengenai CV Jaroedesign, beliau mengatakan “ini benar-benar the real UMKM”. Pernyataan tersebut tentunya sangat beralasan. Dapat kita ketahui bahwa Mendag Agus Suparmanto memiliki latar belakang bidang industri yang kuat. Sehingga setelah masuk ke industri CV Jaroedesign beliau sangat terkesan dengan manajerial perusahaan dari segi layout, aktivitas produksi, administrasi, hingga pada aspek K3. Menurut Mendag semua tertata seperti yang seharusnya.

CV Jaroedesign pada intinya bisa dijadikan referensi bagi UMKM perkayuan lainnya karena unggul dari segi desain produk, kualitas produk, serta manajemen perusahaan. Apalagi adanya implementasi standar legalitas kayu di CV Jaroedesign, semakin membuat UMKM ini menjadi sangat robust dan unggul. Teuku Agus Ridwan dan Mia mengaku sangat membutuhkan penerapan standar legalitas kayu karena didalamnya telah mencakup keseluruhan aspek yang dibutuhkan oleh sebuah industri perkayuan. Mulai dari syarat legalitas berusaha, keabsahan bahan baku dan produksi, hingga manajemen karyawan serta K3. Sertifikasi SVLK memang dibutuhkan untuk kemudahan ekspor khususnya ke Eropa, namun di sisi lain SVLK juga mendorong UMKM perkayuan untuk melakukan berbagai macam best practice yang dibutuhkan perusahaan.

Dengan demikian mereka berdua sangat percaya diri saat kedatangan Menteri Perdagangan serta akan terus berupaya untuk memanfaatkan momentum ini untuk lebih meningkatkan performa perusahaan. Sesuai dengan pesan Mendag yang meminta kepada CV Jaroedesign untuk menjaga best practice ini supaya tetap terjaga dan meningkatkan kualitas, kreativitas dan inovasi yang sudah ada untuk bisa di contoh bagi UMKM lainnya. Dengan demikian dapat membangkitkan gairah dan performa UMKM perkayuan khususnya di Yogyakarta.

Kontributor : Tri Wahyu Almadina

Editor : Rosikul Ilmi

Teuku Agus Ridwan mendampingi GKR Mangkubumi (kanan) saat tour di showroom produk unggulan recycled teak bath tube
Mendag Agus Suparmanto meninjau area produksi dan gudang CV Jaroedesign
Mia (tengah) selaku owner CV Jaroedesign menjelaskan produk panel kayu kepada staf Menteri Perdagangan
Mendag Agus Suparmanto (tengah) memberikan pernyataan penutup di akhir kunjungannya di CV Jaroedesign
Print Friendly

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*