Home > Berita > Kunjungan Belajar Pengelolaan Dana Tunda Tebang

Pada tanggal 3 Maret 2021, pukul 08.00 WIB , KTT (Koperasi Tunda Tebang) Jasema,  Terong,  Dlingo mendapat kunjungan belajar dari KPHP (Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi) Sulawesi dan Sulawesi Community Foundation (SCF). Rombongan berjumlah sekitar 18 orang dengan perincian 12 laki-laki dan 6 orang perempuan.

Kegiatan dilaksanakan di salah satu rumah pengurus KTT Jasema, yakni rumah Bu Rubikem dan dan dihadiri oleh 3 (tiga) orang pengurus KTT yang lain yakni, Suparjo (Ketua Jasema), Yudi (Bendahara I) dan Noordiyanto (Bendahara II) dan perwakilan dari ARuPA.

Karena kunjungan pada saat ini difokuskan pada pengelolaan dana di KTT Jasema, maka kegiatan dan diskusi diarahkan pada pengelolaan dana dan suntikan dana BLU yang ditambahkan dalam kegiatan simpan pinjam tunda tebang yang telah berjalan.  Widya, dari SCF mengatakan, rekam jejak KTT Jasema selama ini bagus dan KTT Jasema ini merupakan demplot mikro BLU dari pemerintah yang dinilai “berhasil” mengelola dananya untuk kegiatan tunda tebang.  Ini yang patut diapresiasi dan menjadi pengalaman baik (best practice) yang bisa diadopsi atau direplikasi di wilayah lain.

KTT Jasema telah dinyatakan sehat oleh Dinas Koperasi , Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kabupaten Bantul,  karena didalam KTT Jasema,  partisipasi aktif anggota terlihat dengan iuran pokok dan wajib yang dilakukan dengan tertib, neraca laporan keuangan yang seimbang dan selalu menjalankan kewajiban pertanggungjawaban pertahunnya yakni Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai forum tertinggi pertanggungjawaban pengelolaan koperasi.

Senada yang disampaikan Rubikem, Suparjo menambahkan bahwa pada tahun ini (2020) KTT Jasema bisa memberikan dana SHU total 16 juta rupiah kepada anggotanya  ini merupakan peningkatan dari tahun tutup buku 2019 kemarin yang berjumlah 15,5 juta rupiah . Peningkatan SHU terutama dari iuran wajib dari para anggota dan jasa peminjam.

Dalam masa pandemi seperti ini, RAT tetap dilaksanakan dengan memberikan laporan pertanggungjawaban dan laporan keuangan kepada anggota pada saat kantor kas buka.  Tidak seperti biasanya, yang mengundang para tamu undangan dan para perwakilan anggota. RAT dilakukan pada saat “pipilan” pada setiap tanggal  17 perbulannya.

Pendirian Koperasi Tunda Tebang Jasema tidak terlepas dari kegiatan di KTH (Kelompok Tani Hutan) Jasema yakni pengelolaan hutan rakyat di Desa Terong dan upaya peningkatan cadangan karbon di hutan rakyat yang telah diinisiasi sejak tahun 2013. Harapan dari pendirian KTT ini adalah memenuhi kebutuhan dana anggota KTH dengan agunan pohon, sehingga kegiatan tebang butuh dan tebang dini dapat dikendalikan.

Kelembagaan dan tanggungjawab menjadi kunci keberhasilan pengelolaan keuangan di KTT Jasema. Unsur  pendidikan juga tidak bisa dilepaskan dalam pengelolaan KTT Jasema, karena pengurus KTT Jasema tidak menginginkan anggotanya tercekik pada saat pengembalian. Kadang kala, peminjam tidak bisa mendapatkan dana yang dipinjam secara utuh sesuai keinginannya karena ada pertimbangan kemampuan pengembalian pinjaman yang disampaikan pengurus kepada calon peminjam.

Peran-peran koordinator dusun juga menjadi penting karena para peminjam, pada awalnya akan berhubungan langsung kepada koordinator dusun dan koordinator dusunlah yang akan merekomendasikan kepada pengurus tentang peminjam. Koordinator dusun juga yang akan memastikan agunan pohon yang diajukan sesuai dengan dana yang dibutuhkan. 

Walaupun masih kecil tetapi pengelolaan dana yang profesional telah dilakukan dengan didukung oleh anggota KTH Jasema dan pemerintah Desa Terong. Selain itu kehadiran KTT Jasema telah menjawab keinginan masyarakat yang membutuhkan dana dengan agunan yang berbeda dengan lembaga pinjaman yang lain. Kedepan KTT Jasema  diharapkan akan menjadi  tulang punggung pengelolaan hutan rakyat yang ada di KTH Jasema, Kelestarian hutan rakyat akan terus terjaga dan masyarakat sejahtera. Semoga. (ST)

Print Friendly

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*