Home > Berita > Diskusi Terarah dan Terbatas : Pengembangan Ekowisata di KEE Pantai Taman Kili-kili

Sambutan Camat Panggul, Bpk. Agus Dwi Karyanto, S.STP. (Foto: ARuPA)

Satu persatu peserta diskusi pengembangan ekowisata mulai berdatangan di Balai Desa Wonocoyo pada hari Rabu, 10 Maret 2021. Suara gemuruh menggelegar di angkasa tidak menyurutkan semangat para peserta yang terdiri dari berbagai macam pemangku kepentingan di wilayah KEE Pantai Taman Kili-kili untuk datang memenuhi undangan dari ARuPA untuk diskusi  terarah yang terbatas mengenai pengembangan ekowisata KEE Pantai Taman Kili-kili.

Pada malam ini, ARuPA menggandeng EJEF (East Java Ecotourism Forum) dan mengundang para tokoh-tokoh kunci dalam pengelolaan ekowisata, diantaranya adalah :  Camat Panggul, KRPH Panggul, Pemerintah Desa Wonocoyo, LMDH, BPD, BumDes, ibu-ibu PKK, Karang Taruna, pengelola UMKM dan pengelola rumah tinggal (homestay), serta pengelola hotel yang ada di Desa Wonocoyo untuk hadir dan bersama-sama mendiskusikan maupun memikirkan  tentang ekowisata dan konsep kedepan tentang rencana pengelolaan ekowisata.

Peserta pertemuan ini sebanyak 32 orang,  8 diantaranya adalah perempuan dengan latar belakang institusi yang berbeda-beda.  Sedangkan tujuan dari pertemuan ini adalah, menggali informasi sebanyak-banyaknya dari masyarakat terhadap kondisi terkini, mengetahui cara pandang mereka terhadap ekowisata dan mengetahui harapan-harapan mereka terhadap ekowisata di  KEE Pantai Taman Kili-kili.

Peserta FGD Ekowisata KEE Pantai Taman Kili-kili (Foto: ARuPA)

Dari informasi yang didapat melalui pertemuan malam ini maupun wawancara mendalam yang akan dilaksanakan, nantinya akan dianalisa  dan hasil akhirnya akan berupa dokumen rencana bisnis ekowisata bagi pengelola KEE Pantai Taman Kili-kili.

Kegiatan pencarian data ini dilakukan oleh EJEF  selaku mitra dilapangan yang akan melibatkan para tokoh-tokoh kunci dalam pengelolaan ekowisata KEE Pantai Taman Kili-kili, sehingga dapat diketahui pandangan masyarakat dan harapannya secara  utuh dan obyektif terhadap calon wilayah ekowisata yang akan dikembangkan.

Pertemuan dimulai pukul 20.00 WIB, dengan diawali sambutan dari Camat Panggul, Bpk. Agus Dwi Karyanto, S.STP. Dalam sambutannya ada tiga hal penting yang disampaikan yakni, (1.) Ekowisata ini harus didukung oleh banyak pihak, (2.) Dengan melaksanakan ekowisata berarti Pemerintah Desa Wonocoyo telah melaksanakan sebagian dari 18 (delapan belas) tahapan-tahapan pembangunan berkelanjutan (SDG’s : Sustainable Development Goals), dan (3.) Konsep-konsep dasar pengetahuan tentang ekowisata ini perlu diketahui oleh seluruh masyarakat.

Sekertaris Desa Bpk. Eko Margono penjelasan terkait pentingnya dukungan sektor usaha untuk ekowisata (Foto: ARuPA)

Sambutan kedua disampaikan oleh Carik Wonocoyo, Bpk. Eko Margono, harapan yang disampaikan adalah KEE ini nantinya bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas dengan dibuatnya ekowisata di Pantai Taman Kili-kili. Kelestarian ekosistem terjaga dan masyarakat dapat manfaat secara ekonomi.

KRPH Panggul, Kukuh R, dalam sambutannya menyampaikan tentang dukungannya terhadap kegiatan ekowisata ini. Selain itu informasi mengenai ekowisata ini harus dipahami bersama, sehingga wisata yang nanti akan dijalankan dapat mendukung kelestarian ekosistem.

Suasana FGD Ekowisata KEE Pantai Taman Kili-kili (Foto: ARuPA)

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari EJEF tentang ekowisata dan pilar-pilar destinasi ekowisata. Ibu Diah, dari EJEF, menyampaikan  ekowisata yang melibatkan 4 unsur penting yang membedakan ekowisata dengan wisata umum, yakni : (1.) Konservasi, (2.) Pelibatan atau pemberdayaan masyarakat, (3.) Edukasi,  dan (4.) Ekonomi.  Setelah itu para peserta diminta untuk menuliskan kondisi saat ini di lembaga yang dinaungi, menuliskan harapan dan kondisi ideal yang di inginkan secara mandiri terhadap KEE Pantai Taman Kili-kili.

Pemaparan Materi dari EJEF (Foto: ARuPA)

Karena waktu yang telah menunjukkan pukul 21.50 WIB, maka kegiatan ini akan dilanjutkan dengan wawancara secara personal untuk mendapatkan gambaran masyarakat terhadap ekowisata yang akan dijalankan. Tetapi paling tidak pada malam ini informasi-informasi kunci telah didapatkan dan yang lebih penting adalah adanya semangat serta dukungan dari  para peserta untuk menjadikan KEE Pantai Taman Kili-kili sebagai ekowisata baru di Desa Wonocoyo. (ST-AL)

Print Friendly

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*