Home > Berita > ARuPa Bentuk Forum Kolaborasi Konservasi Teluk Pangpang Banyuwangi
Ketua Badan Pengurus ARuPA, Totok Dwiantoro. (FOTO: Rochman/Kabarjawatimur.com)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam (ARuPA) akan segera membentuk sebuah forum untuk kolaborasi konservasi di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Teluk Pangpang, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi.

Forum itu dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik dari pemerintahan dan masyarakat setempat. Forum KEE juga telah dibentuk dengan melibatkan masyarakat, kelompok, hingga instansi pemerintahan yang memiliki hubungan erat dengan perlindungan dan pelestarian alam.

Konsolidasi Forum Pengelolaan KEE Teluk Pangpang. (FOTO: ARuPA)

Ketua Badan Pengurus ARuPA, Totok Dwiantoro mengatakan, forum yang telah terbentuk itu dibagi menjadi beberapa bidang sesuai tupoksinya dalam mengelola KEE Teluk Pangpang. Diantaranya bidang pemanfaatan dan pemberdayaan masyarakat, konservasi, dan perencanaan penelitian pengembangan serta monitoring evaluasi.

“Bidang-bidang ini didasari atas kesadaran kebutuhan bersama, bahwa bidang-bidang itu paling relevan untuk disusun dalam rangka mengefektifkan upaya pengelolaan KEE Teluk Pangpang,” ucap Totok salam forum yang digelar di hotel El-Royale Banyuwangi, Rabu (10/2/2021) kemarin.

Totok menjelaskan, fungsi bidang pemanfaatan dan pemberdayaan masyarakat ini salah satunya untuk mengakomodir kepentingan masyarakat memanfaatkan kekayaan KEE Teluk Pangpang dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar kawasan.

Kemudian bidang konservasi yang difungsikan untuk menjaga, melakukan perlindungan, dan melestarikan keragaman hayati KEE Teluk Pangpang. Selanjutnya, bidang perencanaan penelitian pengembangan serta monitoring evaluasi difungsikan untuk mendesain rencana aksi, kajian, serta program-program yang akan diterapkan di KEE Teluk Pangpang.

“Yang menarik disini, adalah bagaimana mengkolaborasikan antara kepentingan konservasi, tetapi juga mengakomodasi upaya-upaya pemanfaatan secara bijak,” tegas  yang juga salah satu dosen fakultas Hukum Lingkungan Universitas Gajah Mada ini.

Harapannya, dengan ditetapkannya Teluk Pangpang sebagai KEE yang didalamnya melibatkan berbagai pihak dari lintas sektor ini tidak ada lagi ego sektoral yang dikhawatirkan akan memberikan dampak negatif.

“Kedepannya, kami mungkin akan membuat komitmen kembali secara politis dengan pemerintah daerah untuk memastikan kembali terkait komitmen itu. Karena ini memang kerja kolaboratif yang sifatnya lintas sektor, lintas instansi. Dan itu tidak mudah, khawatirnya ada ego sektoral,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, untuk mengelola kawasan seluas 1.663,71 hektar itu dengan baik, ARuPA juga didukung USAID BIJAK dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (*)

Reporter: Rochman

Sumber: ARuPa Bentuk Forum Kolaborasi Konservasi Teluk Pangpang Banyuwangi – Kabar Jawa Timur

Print Friendly

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*