Pendirian KUB Sekar Pijer Mandiri

Monday, 16 June 2008 Untuk lebih meningkatkan nilai tambah kayu di kabupaten Gunungkidul khususnya di site ARuPA (Desa Girisekar, Kecamatan Panggang). Ada inisiatif untuk membentuk Kelompok usaha bersama dalam bidang permebelan dan handicraft dari kayu. Pembentukan KUB ini melibatkan 3 kelompok tani hutan rakyat (KTHR) yang secara struktural dibawah Paguyuban Kelompok Tani Hutan Rakyat Sekar Pijer di wilayah Desa Girisekar.

Tiga KTHR itu antara lain:

1.KTHR Trubus yang berkedudukan di Dusun Pijenan

2.KTHR Subur yang berkedudukan di Dusun Jeruken

3.KTHR Sekar Eko Jati yang berkedudukan di Dusun Blimbing

Sejarah:
Gunungkidul merupakan daerah yang kaya potensi terutama kayu. Dan selama ini masyarakat Gunungkidul khususnya didaerah-daerah belum merasakan manfaat dari potensi yang ada dihadapan mereka. Selama ini yang merasakan manfaat dari potensi kayu mereka adalah warga dari luar Kabupaten Gunungkidul. Bahwa bukan hanya warga Gunungkidul yang tersebar di Indonesia tetapi potensi (kayu) mereka juga tersebar. Dan keadaan ini sangat memprihatinkan, warga yang memiliki kayu tidak bisa memanfaatkannya secara maksimal untuk meningkatkan taraf hidup mereka justru orang lain yang merasakan. Berawal dari keprihatinan itu maka perwakilan dari warga 3 dusun (Dusun Pijenan, Dusun Jeruken dan Dusun Blimbing) yang bernaung dibawah Paguyuban Kelompok Tani Hutan Rakyat Sekar Pijer di Desa Girisekar bermaksud mendirikan suatu kelompok usaha bersama yang tujuan dan misinya ada dibawah ini. Kelompok Usaha Bersama ini adalah merupakan wujud nyata (action plan) dari pertemuan-pertemuan rutin Paguyuban Sekar Pijer yang diselenggarakan setiap bulan. Kelompok Usaha bersama (KUB) ini bergerak dalam bidang permebelan dan handicraft berbasis kayu (terutama kayu sertifikasi). Dalam proses berdirinya KUB ini tidak lepas dari minat dan tekad untuk memperbaiki taraf hidup yang selama ini semakin berat. Kayu adalah salahsatu barang yang berharga tetapi saat himpitan ekonomi mulai dirasakan maka kayu adalah salahsatu solusi yang real bagi mereka (tebang butuh). Dan harga yang diterimapun jauh dari harapan dan angan mereka. Selain pemberdayaan warga (pemuda-pemuda) kelompok usaha bersama ini juga berusaha untuk menanggulangi tebang butuh. Dengan menggarap potensi yang dimiliki secara maksimal maka diharapkan mendatang Kabupaten Gunungkidul tidak lagi menjual kayu log tapi barang setengah jadi ataupun barang jadi dan khususnya kedepan harapannya Girisekar menjadi salah satu Sentra Industri mebel dan Handicraft di Gunungkidul.
Tujuan:
1.Mengangkat harkat dan martabat warga Girisekar

2.Menjadikan Girisekar sebagai sentra meubel dan handycraft berbasis kayu

3.Membentuk jiwa-jiwa enterpreneur (pengusaha-pengusaha) baru

4.Membangun industri-industri kecil berbasis kayu di wilayah Girisekar

5.Menjadikan Girisekar sebagai desa tujuan wisata (outbound village)
Misi:
1.Menjaga kelestarian hutan dengan penanggulangan tebang butuh

2.Pemberdayaan warga secara ekonomi diwilayah Girisekar

3.Pengembangan kapasistas di tingkat kelompok khususnya dan warga Girisekar pada umumnya

4.Memanfaatkan dan mengelola kayu secara maksimal

5.Mengembangkan prinsip keterbukaan dan ekonomi kerakyatan

6.Membangun jaringan pasar

7.Menyerap tenaga lokal

Views: 26

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *