Poster Pagelaran Budaya Kecamatan Pajangan

Salam kawan-kawan media semuanya.

Berikut ini press release Acara Gelar Budaya “Legal Kayuku, Lestari Hutanku” di Balai Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu 12 Desember 2015 – 13 Desember 2015.

Dalam rangka peresmian daerah Pajangan, Bantul sebagai “daerah pengembangan hutan rakyat bersertifikasi legal dan lestari berbasis budaya”, Lembaga Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam (ARuPA) bersama salah satu kelompok dampingan hutan rakyat, Unit Manajemen Hutan Rakyat (UMHR) Wono Lestari mengadakan Gelar Budaya bertemakan “Legal Kayuku, Lestari Hutanku” di Balai Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul pada Sabtu (12/12).

Acara yang mengundang berbagai pihak, seperti Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK), Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI), perwakilan Duta besar Uni Eropa, SKPD terkait, serta kelompok usaha yang telah bersertifikat SVLK merupakan momentum awal bagi Kelompok Hutan Rakyat Wono Lestari guna mempromosikan hasil hutan milik kelompok yang sudah bersertifikat, baik itu Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) maupun Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat Lestari (PHBML).

Hal ini disebabkan sertifikat yang diperoleh sendiri tidak serta merta membedakan nilai kayu dari hutan rakyat secara umum. Salah satu penyebabnya sendiri dikarenakan kurangnya apresiasi dari pemerintah bagi pengelola hutan lestari. Oleh sebab itu, Gelar Budaya ini merupakan ajang yang tepat bagi Kelompok Hutan Rakyat untuk unjuk gigi, sehingga ketika pemerintah tahu bisa memberikan apresiasi lebih mengenai produk kayu legal.

Dalam acara Gelar Budaya ini akan menampilkan berbagai pentas seni budaya lokal. Mulai dari para seniman lokal seperti Kesenian Gejog Lesung sampai acara musik dari kelompok Panti Asuhan Diffabel “Bina Siwi”.

Selain itu, di sela-sela acara Gelar Budaya, masyarakat juga akan diperlihatkan berbagai produk kayu legal dari kelompok hutan rakyat dan Industri Kecil Menegah (IKM), serta pameran fotografi yang akan menampilkan bagaimana para kelompok hutan rakyat menjaga kelestarian hutan mereka. Harapannya, dengan lewat adanya pameran ini, masyarakat luas bisa lebih paham mengenai SVLK maupun PHBML.

Di puncak acara sendiri, akan ada pementasan teater dari komunitas Teater Rakyat “Sego Gurih” yang akan berkolaborasi dengan Dimas Tedjo. Keduanya akan berkolaborasi dalam sebuah pementasan berjudul “Purik”. “Purik” sendiri bercerita tentang dinamika sebuah keluarga dalam melestarikan hutan miliknya.

Tak berhenti sampai di situ, pada keesokan harinya (13/12) acara akan terus berlanjut. Kali ini bukan lagi sebuah “pesta”, melainkan sebuah acara penanaman pohon yang akan diadakan di sekitar sungai Progo.

Semua kegiatan tersebut akan dilakukan secara paralalel dan berkesinambungan satu sama lainnya.

Di sela-sela acara, Agus Budi Purwanto, Direktur Eksekutif Lembaga ARuPA menjelaskan bahwa rangkaian acara dalam Gelar Budaya ini bisa diibaratkan sebagai pesta rakyat. “Rakyat berpesta karena usahanya sendiri dalam dalam melestarikan hutan. Dan kini saatnya, pemerintah dan sektor swasta bisa melihat upaya rakyat selama ini,”terangnya.

 

 

Contact Person:

Agus Budi Purwanto (085643662166)

 

Mohon Publikasinya, untuk kawan-kawan media semuanya.

Salam

 

Erwin Santoso

Staf Komunikasi & IT Lembaga ARuPA

Print Friendly

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*