Dari Kamis, 26 November 2015 hingga Jumat, 27 November 2015 lalu, Lembaga Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam (ARuPA) mengadakan Pelatihan Pemantauan Peradilan Kasus Kehutanan di Blora, Jawa Tengah. Pelatihan yang berdurasi selama dua hari ini melibatkan anggota dari organisasi Lidah Tani dari Blora maupun Grobogan, Jawa Tengah.

Latar belakang diadakannya kegiatan ini bermula dari praktek sistem hukum pidana di Indonesia yang masih sering tak konsistens antara rambu normatif dengan implementasinya. Misal saja, dalam soal penangkapan dan penahanan oleh kepolisian, tersangka acapkali ditangkap tanpa disertai dengan surat perintah penangkapan. Hal ini tentunya bertentangan dengan Hukum Acara Pidana atau biasa disebut Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Dalam beberapa hal, fenomena tersebut terjadi disebabkan pragmatisme aparat penegak hukum yang ingin mempermudah proses. Namun pada saat yang sama, sesungguhnya aparat mengorbankan hak-hak tersangka.

Selain itu, penyebab lainnya adalah soal mentalitas aparat penegak hukum yang rentan dapat terbeli. Dalam kacamata publik, fenomena ini biasa dikenal sebagai praktek mafia peradilan.  Maksudnya, ada praktek manipulasi proses dan substansi acara peradilan oleh aparat penegak hukum entah itu dari proses di kepolisian hingga putusan pengadilan karena ada intervensi pihak yang berkepentingan secara sengaja guna menciderai tegaknya keadilan.

Berkaca dari hal tersebut, Lembaga ARuPA mengadakan pelatihan ini agar membangun daya kritis dan meningkatkan kapasitas, terkait potensi praktek peradilan sesat dalam perkara kehutanan yang menimpa anggota organisasi Tani.

Dalam pelatihan ini sendiri, Lembaga ARuPA mendatangkan para pembicara yang sudah berpengalaman, seperti Totok Dwi Diantoro S.H., M.A, LL.M, Zahru Argom, S.H., M.H.Lit dan Sukarman. S.H. Ketiganya memberikan materi pelatihan seperti “Penyimpangan dalam Praktik Penyelidikan, Penyidikan dan Penuntutan” dan “Strategi Berhadapan Dengan Hukum”.

Dalam mengikuti pelatihan ini, para peserta juga tampak antusias. Mereka banyak bertukar pikir dengan para fasilitator, utamanya kasus-kasus yang pernah mereka alami atau jumpai.

Lembaga ARuPA akan melakukan proses asistensi terkait dengan penyebaran pengetahuan yang telah didapatkan pada para anggota lainnya, terutama pada divisi advokasi masing-masing wilayah kerja Lidah Tani Blora.

Berikut galeri foto dari pelatihan Pemantauan Peradilan Kasus Kehutanan tersebut. Foto-foto ini bisa anda unduh juga di sini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Print Friendly

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*