IMG_2005_edit

Bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, dan LBH Semarang, Lembaga Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam (ARuPA) mengadakan Pelatihan Paralegal untuk Petani di Blora, Jawa Tengah pada 20 – 21 September 2015. Pelatihan selama dua hari tersebut melibatkan 14 peserta yang berasal dari organisasi Lidah Tani.

Tujuan utama diadakannya pelatihan Paralegal ini adalah untuk menciptakan keberdayaan hukum pada masyarakat sehingga tidak mengalami kesewenang-wenangan hukum dari aparat penegak hukum. Secara khusus, pelatihan paralegal ini bertujuan untuk menciptakan pemahaman dan keterampilan petani tentang pendampingan hukum bagi kasus lingkungan, khususnya kehutanan. Selain itu, menumbuhkan kader-kader paralegal dan mengkonsolidasikan gerakan petani terkait isu- isu kriminalisasi petani.

Pelatihan Paralegal ini sendiri merupakan upaya tindak lanjut dari penggalian data yang dilakukan Lembaga ARuPA di Kabupaten Blora pada bulan lalu. Dalam penggalian data tersebut, diketahui bahwa masyarakat desa di sekitar hutan belum memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam bidang hukum, khususnya hukum pidana kehutanan. Lebih lanjut, masyarakat juga tidak mampu membayar pengacara untuk menanganinya. Hal ini membuat peluang abuse of power dari penegak hukum atas proses-proses hukum terhadap masyarakat. (Baca juga: Perlunya Kerjasama Multipihak Dalam Mengatasi Konflik Kehutanan)

Oleh sebab itu, Lembaga ARuPA berinisiatif mengadakan pelatihan paralegal agar kelak para peserta dapat memberikan bantuan berupa pendampingan hukum pada masyarakat di sekitar hutan yang sedang menghadapi kasus hukum.

Paralegal yang dimaksudkan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam melakukan bantuan hukum kepada masyarakat yang mengalami kasus hukum. Bantuan hukum dari Paralegal tersebut bisa menjadi “pertolongan pertama” dari penanganan kasus hukum yang dihadapi masyarakat.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari berbagai pihak, seperti misalnya, Totok Dwi Diantoro dari Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM). Dalam sesinya, Totok banyak menyampaikan tentang sejarah bagaimana hutan diatur secara politik dan hukum oleh negara, lalu ragam aturan hukum dalam interaksi masyarakat dengan hutan dan bagaimana posisi organisasi rakyat dalam keadaan pengaturan hukum tersebut.

Selain itu, materi lain yang dikupas adalah mengenai prosedur dan ketrampilan paralegal. Materi tersebut disampaikan oleh Rizky Fatahillah dari LBH Yogyakarta. Guna menambah pemahaman, para peserta juga diajak membedah kasus bersama Zaenal Arifin dari LBH Semarang.

Tanggapan positif mengenai adanya pelatihan ini hadir dari Sukardi, salah satu peserta. Ia mengaku bahwa pelatihan ini menyenangkan, sebab suasana pelatihannya tidak kaku. Selain itu, materi yang disampaikan para pembicara menambah pengetahuannya. Ia juga berharap agar pelatihan semacam ini bisa terus dilanjutkan.

Untuk kegiatan selanjutnya sendiri, Lembaga ARuPA akan melakukan proses asistensi terkait dengan penyebaran pengetahuan paralegal pada para anggota lainnya, terutama pada divisi advokasi masing-masing wilayah kerja Lidah Tani Blora.

Berikut adalah galeri foto dari pelatihan paralegal. Anda bisa mengunduhnya di sini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Print Friendly

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*