Blora Edit

Pada Rabu, 21 Oktober 2015, salah satu Kelompok Dampingan Lembaga Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam (ARuPA), Organisasi Lidah Tani di Blora, Jawa Tengah mendapatkan kunjungan dari mahasiswa Fakultas Sejarah Sanata Dharma (Sadhar), Yogyakarta.

Kunjungan yang bertajuk kuliah lapangan ini melibatkan sekitar 30 orang mahasiswa. Kuliah lapangan yang dilakukan sampai Kamis, 22 Oktober 2015 ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana kehidupan masyarakat Samin yang ada di Blora, khususnya di Randublatung dan Klopoduwur.

Antusiasme para mahasiswa sendiri dalam kegiatan ini bisa dibilang cukup tinggi. Hal ini terlihat semangat mereka untuk berdiskusi dengan para pengurus Organisasi Lidah Tani hingga larut malam. Dalam diskusi sendiri, para pengurus Lidah Tani banyak bercerita bagaimana asal usul polemik dengan Perhutani. Selain itu, mereka juga bercerita bagaimana kekerasan yang menimpa mereka.

Ketika ditanya soal pendapatnya soal kekerasan yang dialami oleh masyarakat Randublatung, para mahasiswa tersebut mengaku terkejut. Salah satunya, Kevin Rinangga Adriyan. Mahasiswa angkatan 2013 ini mengaku baru mendengar hal tersebut secara langsung.

Menurut Kevin sendiri, kasus kekerasan ini terjadi mungkin disebabkan Perhutani lebih mementingkan keuntungan atau ekonominya. “Semestinya, mereka menyadari bahwa sebuah masyarakat punya sebuah adat atau budaya dalam merawat hutan. Bukan seperti yang diberitakan, di mana masyarakat (dianggap – Red) melakukan illegal logging,” terangnya.

Ketika mendengar adanya kegiatan yang Lembaga ARuPA kerjakan dalam usaha menangani kasus kekerasan tersebut, Kevin sangat mengapresiasinya.

“Kalau menurutku, itu salah satu solusi yang bagus untuk menyelesaikan masalah tersebut. Karena tidak semua masyarakat di Jawa ini paham dan mengerti tentang hukum dan soal politik kaya gitu. Tapi secara sederhana, mereka hanya memahami dalam wilayah yang terbatas. Program ini bisa membimbing dan membina mereka biar tahu hukum dan politik,” ujarnya.

Sementara itu, untuk kegiatan pendampingan Lembaga ARuPA pasca pelatihan paralegal untuk petani di Blora terus berlanjut. Kali ini, fokus pendampingan sendiri lebih pada asistensi pada Organisasi Lidah Tani. Proses asistensi sendiri mulai dijadwalkan saat rapat bulanan Kelompok Lidah Tani yang dilakukan pada awal Oktober 2015 ini.

Dalam rapat bulanan tersebut, para pengurus Organisasi Lidah Tani berencana memasukkan materi yang didapatkan dalam pelatihan Paralegal ke dalam program kerja Organisasi. Selain itu, mereka juga berencana membuat pelatihan khusus bagi seluruh anggota Organisasi Lidah Tani, khususnya koordinator kelompok wilayah kerja Lidah Tani. Harapannya, dengan begitu materi yang sudah diberikan lalu bisa disebarkan secara merata.

Dalam rapat itu pula dibahas persiapan Organisasi Lidah Tani dalam pelatihan lanjutan yang akan digelar dalam waktu dekat.

Berikut ini adalah galeri foto kunjungan mahasiswa Sanatha Dharma ke Randublatung. Anda bisa mengunduhnya di sini

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Print Friendly

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*