publikasi

Ahad, 31 Januari 2016, Kelompok dampingan Lembaga Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam (ARuPA) di daerah Boyolali mendapatkan kunjungan dari Delegasi dari Tiongkok, China Academy of Forestry.  Delegasi Tiongkok yang terdiri dari 12 orang dan dipimpin oleh Dr. Shanozhi Chen, Direktur Jendral China Academy of Forestry tersebut kali ini mengunjungi kelompok hutan rakyat, APHR Ngudi Utomo dan Industri pengelola kayu legal U.D Abiyoso yang ada di Boyolali.

Seperti diberitakan ARuPA sebelumnya, kunjungan delegasi Tiongkok ini sendiri merupakan bagian dalam kunjungan kerja ke Indonesia, guna mempelajari Skema Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) di Indonesia. Hal ini disebabkan Tiongkok sendiri ingin membentuk SVLK agar dapat membuka pasar kayu di Eropa. (Baca juga: Kunjungan Delegasi Tiongkok di CV Enclave dan UMHR Wono Lestari)

Dalam kunjungannya ke U.D Abiyoso, delegasi Tiongkok mendapat penjelasan dari Mintarjo, Direktur U.D Abiyoso mengenai proses SVLK dan bagaimana proses pembelian kayu dari pedagang hingga ekspor. Mintarjo juga bercerita mengenai bagaimana proses mendapatkan sertifikasi, hambatan dan tantangan mendapatkan SVLK.

Usai berdiskusi, delegasi Tiongkok itu juga diajak melihat proses produksi yang dilakukan di U.D Abiyoso. Mulai dari penerimaan kayu hingga produk yang sudah siap dikirim.

Setelah selesai di U.D Abiyoso, lawatan Delegasi tiongkok berlanjut ke APHR Ngudi Utomo. Dalam pertemuan dengan APHR Ngudi Utomo, Delegasi Tiongkok mendapatkan banyak penjelasan mengenai latar belakang pembentukan kelompok, kapasitas pengurus dan anggota, dukungan Lembaga ARuPA dan pemerintah daerah, unit usaha yang dilakukan dan beberapa kebijakan kelomok terkait dengan lingkungan.

Delegasi Tiongkok sempat melakukan diskusi dengan pengurus terkait beberapa hal, antara lain dokumen pengajuan, dokumen persiapan SVLK, peta, dan masalah kebijakan yang dilakukan kelompok dalam mengelola hutan.

Print Friendly

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*