dscf1320

Kami ingin mandiri dan menjadi organisasi tani yang kuat!!

Demikian pernyataan salah seorang pengurus UMHR Wono Lestari saat mempresentasikan profil kelompok dihadapan Team Joint Implementing Commite  yang terdiri dari MFP3, DFID, Kementrian LHK , Kementrian Luar Negeri, Akademisi dan  Atase Duta Besar Uni Eropa pada 16 September 2016 lalu. Rombongan dari Uni Eropa yang saat itu didampingi MFP  ingin melihat implementasi SVLK di tingkat tapak dan diterima oleh Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Camat Pajangan Kepala Desa Sendangsari dan aparat desa Sendangsari.

Kunjungan tersebut adalah rangkaian dari pertemuan yang dilaksanakan di Yogyakarta yang membahas tentang pemberlakuan Forest Law Enforcement Governance (FLEGT) License  terhadap produk-produk kehutanan dari Indonesia. Pemberlakuan ini efektif akan dilaksanakan pada bulan November 2016. Dengan diterimanya Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) di negara-negara Eropa maka produk yang diterima di Eropa sudah dijamin legalitasnya dan tidak lagi memerlukan uji tuntas (due diligence). Hal ini merupakan terobosan karena Indonesia merupakan negara pertama yang menerapkan FLEGT License.

UMHR Wono Lestari merupakan salah satu dari sedikit kelompok tani  di Indonesia yang  telah memilki Sertifkat Legalitas Kayu (S-LK) sejak 20 Maret 2013 dengan nomor sertifikat : 009/LVLK-009/III/2013 . Dan pada tahun 2015, dengan fasilitasi dari LEI dan Uni Eropa pada pada tahun 2015 yang lalu UMHR Wono Lestari melakukan penilikan sekaligus perluasan di wilayah lain yang belum tersertifikasi.

Ditahun yang sama, UMHR Wono Lestari juga mendapatkan sertifikasi Pengelolaan Hutan Rakyat Lestari (PHBML) atau sertifikat Sustainable Community Based Forest Management (SCBFM) dengan skema LEI dengan nomor : 24/SCBFM/005. Sertifikat ini bersifat voluntary/sukarela.  Zuchri  Saren Satrio, salah satu pengurus dari UMHR Wono Lestari, dalam presentasinya  yang kemudian juga dikuatkan oleh ARuPA menyatakan, bahwa sertifikat LK belum menjamin kelestarian hutan di wilayah kelola. S-LK baru pada tahap pengakuan legalnya produk kehutanan tetapi belum sepenuhnya menjamin kelestarian. Dalam kelestarian kelola di dasarkan pada  tiga aspek yang harus dilaksanakan dan dipatuhi  yaitu : Aspek Ekologi, Aspek Sosial dan Aspek Produksi.

Hal diatas menjawab pertanyaan yang disampaikan peserta pada daat diskusi yang diselenggarakan di Pendopo Sendang Ngembel Sendangsari Pajangan Bantul. Pada kesempatan itu, Giovanni Serritela , atase Program Manager FLEGT VPA, mengungkapkan sangat tertarik dan sangat mengapresiasi dengan upaya yang telah dilakukan oleh UMHR Wono Lestari, ARuPA dan LEI sehingga mampu berproses sejauh ini (memiliki S-LK, menyusun bisnis plan, mengorganisir petani maupun kelompok tani) bahkan sempat melakukan promosi produk legal dan lestarinya di pameran IFEX dan IFFINA di tahun 2015 maupun di Pameran Furniture internasional terbesar di Eropa yaitu di IMM KolnMesse Jerman di tahun 2016 dengan melibatkan IKM-IKM dampingan ARuPA dan LEI yang juga telah ber S-LK.

Sementara Paul F, dari DFID mempertanyakan kendala yang hadapi oleh UMHR Wono Lestari dan mempertanyakan kebutuhan permodalan di UMHR Wono Lestari dalam keinginan usahanya memiliki sawmil dan kilndry. Bpk. Achmad Edy Nugroho, dari MFP,  juga akan membantu mendorong UMHR Wono Lestari untuk bisa mandiri dengan memiliki sawmil dan kilndry dengan tetap menjaga hutannya secara lestari.

Kegiatan yang telah dijalankan di kelompok yaitu : Depo kayu dan Usaha pinjam tunda tebang, mengelola dan menjadi tempat pembelajaran.  Dalam usaha pinjam tunda tebang ini dilakukan dengan mekanisme  pinjaman oleh anggota dengan agunan pohon sudah dilakukan,  tetapi masih terbatas permodalan kelompok yang masih kecil.

Dari ARuPA menambahkan, walaupun kelompok telah memiliki S- LK maupun S PHBML bahkan nantinya memiliki sawmil mereka tidak bisa menebang seenaknya, ada batasan yang harus diperhatikan yaitu jatah tebang yang diperbolehkan (allowable cutting)  dan ukuran minimal pohon yang boleh di tebang. (ST)

 

Print Friendly

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*