|
Written by Agus sumindar
|
|
Tuesday, 03 August 2010 |
Girisekar
Agus Budi Purwanto Sugeng Triyanto Dwi Nugroho
Pengantar Kunjungan singkat tanggal 28 juli 2010 ini menemui Pak Wardi (Kepala Dusun Waru) dan Pak Sular (Ketua KTH Trubus Pijenan). Tujuan dari kunjungan kami untuk mendapatkan informasi awal guna pelaksanaan program lacak balak yang sedianya akan dilaksanakan Agustus 2010. Selain itu, kunjungan ini sebagai bagian dari pra-assessment kelompok simpan pinjam (LKM) di dua dusun tersebut. Adapun personil yang terlibat yaitu Sugeng Triyanto, Dwi Nugroho, dan Agus Budi Purwanto. |
|
Last Updated ( Monday, 09 August 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
An Integrated Regional ..... |
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 09 August 2010 |
|
An integrated Regional Perspective for Forest Management 1 By M. Chehafudin 2 Forest Border versus Administrative Border Forest management is area management based on physical nature border. In common physical nature border such are river, catchment area, valleys etc. is different to administrative border. Even if physical nature border is a unity ecosystem, it almost definitely that this border is different to physical nature border. Ecosystem border is used for exploitation and nature’s conservation, but administrative border more depressed on region area authorities. It happens conflict of interest in Forest management in Indonesia, especially in Java because of the differences in way of viewing of the border. |
|
Last Updated ( Monday, 09 August 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Edi Suprapto
|
|
Monday, 02 August 2010 |
|
HUTAN RAKYAT: Aspek Produksi, Ekologi dan Kelembagaan1
Oleh: Edi Suprapto Lembaga ARuPA, Jogjakarta
Hutan Rakyat sudah sejak lama memberikan sumbangan ekonomi maupun ekologis baik langsung kepada pemiliknya maupun kepada masyarakat sekitar. Namun demikian pada awalnya perhatian para birokrat, pelaku bisnis, pemerhati lingkungan maupun peniliti sangat terbatas. Perhatian memang lebih banyak diberikan pada sumbangan hutan alam yang pada masa-masa awal kekuasaan orde baru dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan Negara. Baru kemudian ketika pada akhirnya pengelolaan hutan alam yang lebih berorientasi pada pendapatan ekonomi dengan dukungan pengusaha kehutanan terbukti tidak mampu melestarikan hutan bahkan menyisakan kerusakan hutan yang sangat parah. Pihak-pihak tersebut sedikit demi sedikit mulai memperhatikan keberadaan hutan rakyat. Bahkan, walaupun nuansa politis dan propagandanya masih domininan dari pada poltical will yang diberikan, pengelolaan hutan berbasis masyarakat telah diakui sebagai salah satu solusi permasalahan kehutanan di Indonesia.
|
|
Last Updated ( Monday, 09 August 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>
|
| Results 1 - 4 of 16 |